Rabu, 25 Juli 2012

Patnership


Kali ini saya mau bercerita tentang bagaimana hubungan kerjasama saya dengan mbak Lia, awal mula, suka duka, dan kondisi sekarang.

Ketika bertemu pertama kali dengan mbak Lia di medio bazaar Februari 2009, saya tidak pernah mengira akan berpartner dengan dia sampai sekarang, dan tidak menyangka usaha kami juga akan seperti sekarang ini.
Awal mula saya mengobrol, yang saya kagumi adalah kreativitasnya, kerapihannya dan detil2 jahitannya, itu saja. Dan ketika sampai dia mau menjadi partner saya, hehe... saya gak tau alesannya xixixixi
Awal mula berpartner, pasti adaptasi ya, saya yang tidak pernah mengenal dia, tiba2 bekerja bersama. Perbedaan pandangan tentang desain, warna, letak2 gambar, pasti ada dan buanyaaakkkk hahaha... tapi saya percaya, sense of art-nya mbak lia pasti punya maksud baik. Bahkan... ada loh yang agak2 worry ketika kita kerja bareng, ada yang khawatir kalau salah satu dari kita saling ambil ide trus berdiri sendiri2, yah saya sih tertawa saya, pasti yang berfikir begitu adalah orang yang sangat care kepada kami berdua.
Namun, setelah bekerja sama dalam waktu yang lumayan lama, lambat laun kita bisa menemukan konsep dari KiYutee, yaitu simpel tapi tetep cute. Gak usah rame2, tapi sisi imut anak2nya tetap ada. Bahkan lama-lama kita suka punya pikiran yang sama, ide yang sama. Partnership itu haruslah seperti orang menikah, saling mengerti, menghargai dan menguntungkan kedua belah pihak.

Bagaimana dengan pembagian kerja. Ohya, perlu saya ceritakan disini, awalnya mbak Lia ini tinggal di Cilandak Barat, belakang Dbest, dan akhirnya punya rumah sendiri di Cibubur. Dari yang rumahnya gak jauh dengan saya (Cilandak KKO), sampai jauh banget ujung ke ujung. Sampai sekarang pun, mbak lia yang rajin kerumah saya, saya yang jarang kerumah dia :D mudah2an gak jadi masalah ya mbak huehehehehe...
Dari awal berpartner, mbak lia mempercayakan urusan keuangan KiYutee ke saya, karena dia gak sanggup itung2an uang apalagi yang ada hubungannya dengan orang lain. Untuk urusan promosi, update multiply, fb dan blog, juga urusan saya, karena saya lebih banyak stay didepan komputer dibanding dia. Sedangkan mbak lia, urusan produksi, karena waktunya lebih banyak dibanding saya, dan saya memang sedikit minder dengan kreativitas dia heheh *ngaku*.
Urusan scheduling, daftar pesanan, saya yang pegang, saya memang bawel banget, ngingetin si mbak ini dateline tanggal sekian, sulaman ini dipegang mbak ini dsb. Nah, kalau ada pesanan jumlah besar, biasanya kita bagi, Siapa yang sedang longgar, misal, Mbak lia masih fokus dengan suvenir pesanan ibu A, tiba2 ada tambahan souvenir ibu B, untuk mempercepat waktu, karena urusan cetak aplikasi dan menempel2 masih kita ber2 yang pegang, akhirnya saya yang kerjakan, kalau udah siap dijahit, tinggal didistribusi. Miskomunikasi? kadang2 ada, tapi biasanya cuma sebentar, setelah itu ketawa2.
Mbak Lia ini bahkan jadi teman curhat saya setiap detik setiap manit setiap jam :D, dia sudah seperti kakak buat saya. Mudah2an saya gak jadi adik yang bandel ya buat dia ;p
Kalau kondisinya diluar dugaan? ketika saya mabok berat, hamil shafiyyah, yang banyak bekerja ya mbak Lia, ketika saya melahirkan, yang banyak bekerja juga mmbak lia. Ketika dia sedang mabok, hamil allana, saya yang banyak bekerja, ketika mbak lia melahirkan, saya yang belanja dan bekerja juga. Ya harus saling mengerti, saat yang satu sedang slow, yang lain harus cepat, ingat, KiYutee ini bukan cuma kita ber2, ada bu Fitri yang menjahit, ada mbak Upi, mbak Yegi, Bu Rina, Mbak etyk dan temannya yang membantu menyulam, semua harus kita pikirkan.
Mudah2an partnership saya dan mbak lia bisa langgeng, amien



3 komentar:

  1. amiin,, tetap semangat ya, mbak kika dan mbak lia :)

    BalasHapus
  2. huaaaaa *bigbig hug*, for the best partner i have, maaf ya suka ngeselin, mikirnya suka lama krn pengen customernya satisfy hehehe. smoga halangan rintangan bisa dilampaui yaaa aamiin

    BalasHapus