Kamis, 24 Desember 2009

Mengatur Pesanan

Semakin banyak pesanan, semakin bingung ngatur urutan pembuatannya. Kalmat tadi bukannya mengeluh, sama sekali bukan, tapi ini benar-benar terjadi dan kukira gak akan pernah terjadi kalau kita bisa ngerjakan pesanan sesuai urutan tanggal pesan.
Waktu pesanan belum terlalu banyak, gak sulit mengatur waktu produksinya. Kebingungan terjadi dikala pemesan menanyakan pesanannya :). Mbak, mukena pesananku udah jadi? mbak, jangan sampe tgl 15 ya mbak. Oh ada lagi, kl ada pesanan goodie bag yang mendadak, kategori mendadak ini hanya 2 minggu sebelum due date. Akibatnya, pesanan yang sifatnya personal, ada yang terpaksa diundurkan jadwalnya.
Setelah cukup sering mengalami hal seperti ini, kami jadi banyak belajar. dari awal punya 2 tenaga sulam lepas, sekarang ini kami sudah memiliki 4 orang tenaga sulam lepas, ada yang kami khususkan untuk menyulam handuk, khusus sulam mukena, sarung dan sajadah, dan juga yang kaos. Ohya ada lagi, kami berharap bisa segera punya tenaga untuk mencetak dan menggunting aplikasi. Hal ini untuk mengantisipasi pesanan yang banyak dan dadakan. Belum re-seller kami, jumlahnya memang belum banyak, tapi boleh kan bersiap untuk hal yang lebih besar lagi.
Apapun itu kondisinya, kita selalu mengambil hikmah, pelajaran dan sisi positif dari semua kejadian. Kesimpulan yang aku dapat :
1. Job desc masing2 harus jelas dan dilaksanakan dengan tertib, jangan ada tumpang tindih
2. Maksimalkan waktu pengerjaan, jika ada produk yang membutuhkan beberapa step (potong, jahit dll), isilah waktu untuk menunggu itu dengan mengerjakan pesanan lain
3. Rajin-rajinlah memeriksa cek list kerjaan, untuk memastikan semuanya on schedule dan sesuai dengan permintaan

Okeh, aku mau lanjut kerja lagi, kapan2 aku posting foto-foto kerja kita
If You can Dream It, You Can Become It

Tidak ada komentar:

Posting Komentar